Jumat, 10 Mei 2013

Irigasi Mata


Irigasi mata dilakukan untuk melakukan pembersihan konjungtiva mata. Di RS, peralatan steril biasanya digunakan. Obat-obat unuk mata diberikan dalam bentuk cairan atau salep. Tetes mata dibuat dalam plastik monodrips yang digunakan untuk memasukkan sediaan obat. Salep biasanya dibuat dalam tabung kecil.
Semua tempat obat harus tercantum bahwa obat untuk penggunaan mata. Biasanya sediaan steril digunakan, tapi teknik steril tidak selalu diindikasikan. Biasanya sediaan steril digunaakn, tapi teknik steril tidak selalu diindikasikan. Cairan yang diresepkan biasanya encer. Misalnya kepekatan kurang dari 1 %
Prosedur : memberikan irigasi dan instilasi mata
Peralatan :
§      Tempat steril untuk cairan irigasi
§      Cairan irigasi (biasanya 60 s/d 240 ml (2 s/d 8 oz) pada suhu 370 C (98,6 F) yang sesuai
§      Spoit mata steril atau irigator mata (penetes mata dapat digunakan jika hanya sejumlah kecil cairan yang diperlukan)
§      Fila ginjal steril
§      Bola kapas steril
§      Normal saline steril (sesuai kebutuhan)
§      Kain lembab
§      Sarung tangan steril
Intervensi :
1)    Periksa order pengobatan atau irigasi
§      Cek order dokter tentang sediaan, kepekatan dan jumlah tetesan juga perjelas (frekuensi instilasi yang diminta dan mata yang mana yang dirawat). Singkatan seringkali digunakan untuk mengidentifikasi mata OD (mata kanan), OS (mata kiri) dan OU (kedua mata)
 Pada irigasi
§      Cek jenis jumlah, suhu, kepekaan larutan dan frekuensi irigasi.
2)    Siapkan klien
§      Jelaskan teknik kepada klien. Pemberian cairan atau obat irigasi mata biasanya tidak nyeri. Salep seringkali menyejukkan mata, tapi beberapa sediaan cairan mungkin terasa perih awalnya
§      Bantu klien pada posisi yang menyenangkan, baik duduk atau berbaring. Miringkan kepala klien pada mata yang diobati, dan pastikan bawah sumber cahaya tidak menyilaukan mata klien. Kepala dimiringkan sehingga cairan akan mengalir dari mata ke bengkok disampingnya, tidak kemata lain. Sumber cahaya diarahkan agar jauh dari mata. Khususnya jika klien fotophobia.
§      Tempatkan kain lembab untuk melindungi klien dan kain sepresi, dan atur posisi bengkok pada pipi di bawah mata pada sisi yang diobati.
3)    Kaji mata
§      Kaji mata adanya kemerahan, lokasi dan sifat dari berbagai kotoran, air, mata pembengkakan kelopak mata atau kelenjar air mata.
§      Catat adanya keluhan, misalnya gatal, terbakar, nyeri, penglihatan kabur atau fotophobia.
§      Observasi perilaku klien misalnya mengedip, berkedip berlebihan, mengerutkan dahi atau menggosok mata.
4)    Bersihkan kelopak mata dan bulu mata
§      Gunakan bola kapas steril yang lembab dengan cairan irigasi steril atau normal saline steril dan usapkan dari kantus bagian dalam ke atas bagian luar, jika tidak keluar, benda pada kelopak dan bulu mata dapat dicuci dalam mata. Pencucian pada bagian luar kantus mencegah kontaminasi dari mata lain dan kelenjar air mata.
5)    Berikan irigasi atau obat mata
Pada irigasi :
§      Perlihatkan konjungtiva bahwa dengan memisahkan kelopak mata dengan jari dan jari telunju, atau untuk mengirigasi, pertama tahan kelopak mata ke bawah, kemudian tahan kelopak mata atas. Gunakan tekanan pada tulang yang menonjol dari tulang pipi dan dekat alis ketika menahan kelopak mata. Memisahkan kelopak mata mencegah refleks men gedip. Penggunaan tekanan pada tulang yang menonjol mengurangi kemungkinan penekanan pada bola mata dan menyebabkan rasa tidak nyaman.
§      Isi dan pegang irigator sekitar 2,5 cm (1 in) di atas mata. Pada ketinggian ini tekanan cairan tidak akan merusak jaringan mata dan irrigator tidak akan menyentuh mata.
§      Irigasi mata, arahkan cairan pada kantung konjungtiva bawah dari kantus sebelah dalam keluar, mengarahkan cairan pada cara ini mencegah kemungkinan injuri kornea dan mencegah cairan dan kontaminasi dari aliran ke bawah kelenjar air mata.
§      Irigasi sampai cairan yang meninggalkan mata bersih (tidak ada kotoran) atau sampai semua cairan telah digunakan. Anjurkan klien untuk menutup dan menggerakkan mata secara periodik. Penutupan dan pergerakan mata membantu pergerakan pergerakan sekresi dari kantung konjunctiva atas ke bawah.
§      Keringkan sekitar mata dengan bola kapas
Pada instilasi :
§      Cek sediaan mata seperti nama, kepekatan, jumlah tetesan jika cairan digunakan. Isap jumlah tetes yang tepat ke dalam batang dari pengisap, jika pengisap digunakan. Jika  salep yang dipakai, buang butiran pertama. Cek obat perlu untuk mencegah kesalahan obat. Butiran pertama dari salep dianggap terkontaminasi
§      Anjurkan klien untuk melihat ke atas pada langit-langit. Berikan klien selembar tissue. Klien kemungkinan kecil untuk mengedip jika melihat ke atas. Sambil klien melihat ke atas, kornea dilindungi sebagian dengan bagian atas kelopak mata. Tissue diperlukan untuk menekan kelenjar lakrimalis setelah instilasi cairan atau untuk menghapus kelebihan salep dari bulu mata setelah pasti di instilasi
§      Buka kantong konjunctiva bawah dengan menempatkan ibu jari atau jari-jari tangan kanan pada tulang pipi klien di bawah mata dan dengan hati-hati tarik ke bawah kulit pada pipi. Jika jaringan edema, pegang jaringan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakannya. Menempatkan jari-jari pada tulang pipi mengurangi kemungkinan menyentuh kornea, menghindari adanya tekanan pada bola mata dan mencegah klien mengedip atau berkedip-kedip.
§      Gunakan pendekatan sisi, instilasi sejumlah obat yang tepat pada sepertiga luar dari kantong konjunctiva bawah. Pegang penetes 1 sampai 2 cm (0,4 sampai 0,8 in) di atas kantong. Klien kemungkinan kecil untuk mengedip jika pendekatan sisi digunakan. Jika diinstilasi ke dalam kantong konjunctiva, tetesan tidak akan membahayakan kornea jika diteteskan secara langsung. Penetes tidak boleh menyentuh kantong atau kornea atau
§      Pegang tabung di atas kantong konjunctiva bawah, tekan 3 cm (0,8 in) salep dari tabung ke kantong konjunctiva bawah dari bagian dalam kantus keluar.
§      Anjurkan klien untuk menutup mata tapi tidak menekannya untuk menutup. Menutup mata menyebarkan obat pada bola mata. Penekanan dapat mengakibatkan injuri dan menekan keluar obat.
§      Pada obat cair, tekan dengan mantap atau klien menekan dengan mantap pada kelenjar nasolakrimalis tidak 30 detik.
§      Cek kebiasaan apotik. Penekanan pada kelenjar air mata mencegah  obat keluar dari mata dan ke bawah kelenjar.
6)    Bersihkan kelopak mata jika diperlukan
§      Usap kelopak mata dengan pelan-pelan dari dalam keluar kantus untuk mengumpulkan obat yang berlebih
7)    Pasang alas mata jika diperlukan dan amankan dengan plester mata
8)    Kaji respon klien
§      Kaji respon segera setelah instilasi atau irigasi dan ulangi setelah obat telah bekerja.
9)    Catat informasi yang relevan
§      Catat pengkajian dan intervensi keperawatan yang berhubungan dengan instilasi atau irigasi, termasuk nama obat, kepekatan, jumlah tetesan cairan, waktu dan respon klien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar